News Home » Article » Jenis Kayu yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Bangunan
    • Last updated August 2, 2013
    • 0 comments, 1,308 views, 0 likes

More from Fandy Achmad

Popular News

Other News

Archives

Social Share

Jenis Kayu yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Bangunan

NEWS_POSTED_BY Fandy Achmad     August 2, 2013    

Body

Kayu merupakan bahan alami dengan corak yang indah. Kayu merupakan salah satu material yang sering dipakai dalam sebuah proyek atau bangunan. Mulai dari rumah sederhana sampai rumah mewah tidak lepas dari unsur kayu.

 

Setiap kayu memiliki sifat dan ciri khasnya tersendiri, baik dalam segi keindahan serat, kadar air, keawetan, berat jenis, kerapatan, dan kekuatan. Oleh karena itu, untuk memilih kayu yang akan dipergunakan dalam sebuah proyek pembangunan, ada baiknya kita mengenal jenis dan ciri khas kayu yang sering digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Tujuannya agar kita dapat mengetahui kayu yang cocok dengan kriteria dan spesifikasi yang kita inginkan.

 

Berikut ini beberapa jenis kayu yang sering digunakan sebagai bahan bagunan dan konstruksi bangunan.

Kayu Jati


Contoh Tekstur Kayu Jati

 

 

Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati.

 

Harga kayu jati banyak dipengaruhi oleh asal dari daerah mana, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut.

 

Kayu Kelapa

Kayu Kelapa Banyak Digunakan Sebagai Bahan

 

Bangunan, Perabot dan Mebel

Kayu kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru.

 

Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari pohon kelapa adalah serat /fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek. Anda tidak akan menemukan alur serat lurus dan serat mahkota pada kayu kelapa karena semua bagiannya adalah fiber. Tidak juga ditemukan mata kayu karena pohon kelapa tidak ada ranting/ cabang. Pohon kelapa tumbuh subur di sepanjang pantai Indonesia. Namun, yang paling terkenal dengan warnanya yang coklat gelap adalah dari Sulawesi. Pohon kelapa di jawa umumnya berwarna terang.

 

Kayu Ulin

Kayu Ulin Termasuk Kayu yang Banyak Digunakan Untuk Bahan Bangunan Rumah, Kantor dan Gedung

 

 

Kayu ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta bangunan lainnya. Berdasarkan catatan, kayu ulin merupakan salah satu jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan.


Jenis ini dikenal dengan nama daerah ulin, bulian, bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian.


Pohon ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter samapi 120 cm, tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Kayu Ulin berwarna gelap dan tahan terhadap air laut.


Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang bangunan, sirap (atap kayu), papan lantai,kosen, bahan untuk banguan jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu kelas kuat I dan Kelas Awet I.

 

Kayu Akasia

Kayu Akasia Banyak Digunakan Sebagai Bahan Bangunan Maupun Bahan Mebel

 

 

Kayu Akasia mempunyai berat jenis rata-rata 0,75 berarti pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya kecil. Kelas awetnya II, yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas, bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang berarti mampu menahan lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650 kg/cm2.

 

Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang kecil, daya retaknya rendah, kekerasannya sedang dan bertekstur agak kasar serta berserat lurus berpadu, maka kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah, sehingga banyak diminati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi maupun bahan meibel-furnitur.

 

 

Sumber : ilmutekniksipil.com

0 comments